Type Here to Get Search Results !

IKLAN

 



 

Siapa Wartawan Pertama di Dunia?

 

Foto : AR


Jurnalistik merupakan sebuah proses kegiatan dalam mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita maupun opini melalui media massa. Jurnalistik sendiri tidak bisa dipisahkan dengan wartawan.


Seorang wartawan memiliki tugas dalam mengumpulkan, mengelola, dan menyampaikan informasi kepada masyarkat. Lantas, Siapa Wartawan Pertama di Dunia? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!




Siapa Wartawan Pertama di Dunia?


Melansir dari KBBI, jurnalistik berarti menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran. Jurnalistik adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan sehari-hari.


Berdasarkan uraian diatas hakikat jurnalistik adalah ketrampilan untuk menyampaikan berita, memberikan gambaran dan pendapat melalui media seperti surat kabar, majalah, radio dan televisi, bahkan di internet dan HP. 


Seseorang yang mencari bahan informasi disebut dengan wartawan. Tentunya seorang wartawan harus mematuhi kode etik yang sudah disusun berdasarkan Undang-undang.


Julius Caesar 


Dalam sejarah Islam, cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan.


Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.


Berlandaskan fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Bahkan, kapal Nabi Nuh disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.


Berbeda dengan pendapat tersebut, dalam buku Over de Krant, W. N. van der Hout menulis, wartawan pertama di dunia adalah Julius Caesar dengan penerbitan Acta Senatus-nya, tetapi Kaisar Augustus mempunyai bakat besar menjadi redaktur, sekaligus pemilik surat kabar.


Hingga Julius Caesar pun digadang-gadangkan sebagai “Bapak Pers Dunia”. Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi.


Pada saat itu, atas perintah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.


Zaman pemerintahan Augustus, dikatakan orang istimewa mengantar dan mengambil surat-surat pada kantor konsul. Kabar ini juga yang menginstruksikan pembangunan pos tempat menerima surat beragam berita, selanjutnya diteruskan secara bersambung.


Nah, itulah rangkuman singkat mengenai Siapa Wartawan Pertama di Dunia? Semoga membantu!


Tulisan : Virna Valeri

Baca Juga

iklan