Type Here to Get Search Results !

IKLAN

 



 

Kaset Pita, dan Kenangan Saat Itu

 


Assalamualaikum, salam sejahtera buat kita semua...Kali ini admin coba menulis sebuah tulisan yang bersifat timeline. Dimana dari judul yang admin buat, kita kali ini kembali ke waktu era dimana teknologi AI belum marak saat ini. Kali ini kita berbicara Kaset Pita.


Bagi generasi 70, 80 dan 90-an, kaset pita tak cuma cerita soal frekuensi suara. Namun juga menuntun ingatan tentang memori lampau. Misalnya saja mengingat hal konyol, menggulung pita kusut secara manual dengan jari atau pulpen. 


Kemudian memasukan kaset ke tape recorder, lalu me-rewind atau mem-forward dan mem-play dengan menekan tombol fisik berlogo masing-masing. Suara perputaran kaset akan terdengar sayup dari balik kotak player kaset tersebut. Masa-masa itu tentu masih membekas di kepala. 


Tape kaset pita 


Perkembangan teknologi yang bertambah pesat sangat besar dampaknya terhadap gaya hidup, salah satunya di industri musik. Kamu pasti masih ingat susahnya memutar lagu dengan kaset, sangat jauh berbeda dengan era modern dengan banyak pilihan mendengarkan musik seperti MP3 atau YouTube.




Sebagaimana diketahui, Kaset dari 80-an, 70an. Harganya mulai Rp. 10 ribu. Koleksi album didominasi Indonesia tahun 1970-an. Namun, banyak yang memburu kaset barat. Album Indo misalnya Koes Plus, A Rafiq, Rhoma Irama dan orkes Melayu. Kalau lagu barat ada juga, biasa anak muda untuk jadi koleksi. Nah, memasukkan era 90-an, harga kaset pita saat itu sudah berada di Haraga Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu hingga awal tahun 2000-an.



Meski dikepung teknologi, Admin punya keyakinan kaset pita tetap jadi permata di tengah industri musik tanah air. Levelnya bakal menyamai piringan hitam. Klasik, otentik dan tentu saja bernilai. Sebuah harta dari waktu silam. Menurut pembaca bagaimana, setuju?. Mohon tinggalkan komentarnya ya di kolom komentar...


Oke kita lanjut, nah ada beberapa catatan kenangan yang admin dan kita rasakan bagaimana sensasinya saat kaset pita tersebut begitu heboh (viral, sekarang). 


1. Tak sabar pergi ke toko kaset untuk dapat album baru penyanyi favorit




Untuk yang satu ini, ayo jujur... pastinya mengalami kan?..Buat kamu yang lahir tahun 90-an ngaku aja deh, buru-buru pergi ke toko kaset buat beli album penyanyi favorit. Alasannya sih agar kebagian dan bisa update lagu terbaru.


2. Beli kaset bekas di pasar loak




Oleh karena saat itu harga kaset original (asli) terbilang mahal, nah kita selalu tuh mencari ide bagaimana untuk bisa mendapatkan dan ingin mendengar lagu-lagu terbaru artis atau grup band favorit kita. Salah satu cara buat dapetin kaset incaran yang tak kunjung terbeli karena mahal, pasar loak jawabannya. Meskipun kaset bekas, tak ada salahnya beli di pasar loak karena harganya jauh lebih murah.


3. Tak ada yang asli, bajakan pun jadi




Dulu, bajakan bisa jadi alternatif untuk bisa mendengarkan lagu dengan berbagai penyanyi. Yah, namanya juga bajakan, kualitasnya tentu dibawah yang aslinya.


4. Beli kaset kosong buat rekam lagu


Kaset Pita Kosong


kamu yang suka ngerekam lagu dari radio ke kaset kosong, ayo ngacung. Ide yang sangat keren kala itu, tak perlu membeli di pasaran untuk mendapatkan lagu favorit. Tapi, ada juga yang membeli kaset kosong untuk merekam suaranya sendiri loh, gokil.


5. Tak lupa bawa pemutar musik jadul

Walkman 


Kalau zaman sekarang tinggal colokin headseat ke handphone, dulu kamu harus bawa benda sejenis walkman. Lumayan keren sih pada saat itu dan sedikit yang memilikinya.


6. Rahasia pensil atau bolpoint dengan kaset



Anak zaman sekarang tak kan bisa menjelaskan apa hubungan pensil atau bolpoint dengan kaset tape, tapi buat generasi 90-an rahasia ini sangat dirindukan di zaman modern ini.


7. Bongkar kaset, tapi lupa cara pasang kembali




Wah, biang keroknya yang sok tahu bersihin kaset. Pas waktunya kembalikan kaset ke kondisi semula malah berantakan, jangan-jangan kamu salah satunya. Ayo..ngaku...


Semoga apa yang admin tulis kali ini, dapat membantu menghangatkan kenangan masa lalu yang begitu indah. Meskipun saat itu, teknologi belum terlalu telanjang masuk ditengah masyarakat kita. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Baca Juga

iklan